Moon Till Land…

IMG_6169

I had this joke with one of my best friend here in Bali, he is coming from this lil’ town called Muntilan in Central Java near Yogyakarta, I called him Dindah, to make it sound better and cool so we rewrite Muntilan as Moon Till Land 🙂

I know this lil’ town they have a so much to tell when it comes to colonial legacy, especially the buildings, you can sense this small town is one of those important city in Dutch East Indies at that time, this time around I did not want to miss out this city from my list in search of some colonial buildings.

Persinggahan pertama adalah sebuah warung soto yang menurut sahabat Saya, endolll…alias enak…soto atau sop bening ini dimakan dengan daging yang terpisah, pilihan ada daging sapi dimasak empal dan satu lagi adalah oseng paru, taste so good…especially we had nothing before we depart from Yogyakarta early morning.

Just next to this Warung Sop, we saw kinda cool mural disebuah ruko atau rumah tua, gambar mural ini sengaja dibuat sedemikian rupa diatas sebuah pintu bergaya Jawa, pretty cool tho and I did not expect to find it in Muntilan.

Not very far from this Warung Sop, we decided to have a look at some Klenteng, pintu gerbang Klenteng Hok An Kiong ini cukup mencolok karena skala yang besar dan tepat berada di jalan raya, berdasarkan catatan yang ada nama Klenteng merupakan paduan dari 3 nama HOK (rejeki), AN (selamat), KIONG (istana) jika dibaca secara harafiah Istana Rejeki dan Keselamatan.

IMG_6170

Klenteng Hok An Kiong semula berada di Selatan kota Muntilan dibangun pada tahun 1878 bersebelahan dengan Pasar Muntilan, tetapi kemudian pada tahun 1906 dipindahkan ke posisi sekarang berada di Utara kota di Jalan Pemuda ini, tahun 1929 dilakukan renovasi sehingga menemu bentuknya seperti sekarang (small renovation tho).  Yang menarik adalah disini ada tempat pembakaran hio (Hiolo) terbesar se-Asia tenggara dan terbesar kedua di dunia (magelangonline.com)

Kemudian perjalan kami lanjutkan ke bagian lain kota Muntilan, plan kami adalah ingin mencari kuburan martir pertama di Indonesia yakni Romo Sandjaya, karena disitu ada beberapa bangunan kolonial yang menarik untuk dibahas.

Diperjalanan kami menemukan beberapa rumah dan bangunan yang sangat menyenangkan untuk dilihat, bangunan kolonial di kota ini cukup banyak, salah satu nya Saya menyempatkan memoto dan difoto di 2 rumah, 1 rumah sangat menarik karena di fasad depan rumah terdapat sebuah nama HUIZE THERESIA, what a lovely colonial house.

IMG_6189

Bisa dibayangkan, masa lalu mungkin rumah ini memiliki halaman yang cukup luas atau setidaknya tidak seperti sekarang yang bahkan jendela kamar depan pun hampir berada di trotoar 🙂 right next to this old house there was akinda 1950s house with a chevron pattern door, of course we had to take a picture here haha

IMG_6188

Perjalanan mengeskplore kota Muntilan kami lanjutkan dalam perjalan pulang ke Yogyakarta dari Parakan, dan kami tiba sore di sebuah Gereja yang memiliki desain yang sangat khas, berupa lengkungan-lengkungan lugas baik di fasad depan bahkan di selasar.

Gereja Katolik Santo Antonius Padua Muntilan dan beberapa tempat di area yang sama dan masih dalam satu kesatuan Kolese Xaverius dari ordo Jesuit, jika membaca beberapa sumber gereja didirikan oleh Pastor Fanciscus Gregorius Josephus van Lith SJ, beliau juga yang merupakan pionir dalam penyebaran agama Katolik di Jawa, dahulu para misionaris di Hindia Belanda menghindari melakukan penyebaran agama Katolik di Jawa dikarenakan pada saat itu dikuasai oleh VOC yang tidak terbuka terhadap Katolik, sehingga para misionaris lebih memilih menyebarkan di pulau lain di Hindia Belanda.

Pater Jezuiten,Moentilan 1930

Van Lith datang ke Jawa tepatnya Semarang tahun 1896, namun beliau baru ke Muntilan tahun 1897 memulai usaha penyebaran Katolik, kemudian pada tahun 1911 didirikan lah Kolese Xaverius ini untuk menampung murid-muridnya yang semakin lama semakin banyak.

Gereja Santo Antonius sendiri diresmikan pada 25 Maret 1915 desain dikerjakan oleh M.J Hulswit, beliau adalah arsitek terkenal di Hindia Belanda pada masa nya ada banyak bangunan gereja yang beliau bangun termasuk beberapa gedung Javasche Bank.

Dilihat dari koleksi foto KITLV tidak banyak yang berubah dari bangunan Gereja ini, semua sama, kecuali kolam teratai diatas sekarang jadi lebih tinggi dan tidak nampak teratai lagi tapi disitu kita bisa melihat patung perunggu Pastor van Lith membelakangi Museum Misi Muntilan.

IMG_6351

Memasuki gerbang Kolese Xaverius, kita baru bisa melihat Gereja ini secara menyeluruh, karena letak nya yang berada di bahu kiri, ada banyak lengkungan di Gereja ini, lengkungan yang berulang dan terdapat 2 menara kecil mengapit menara yang jauh lebih besar di tengah…one thing that caught my attention also the main door to this church, those ornamental wrought iron are so simple yet very beautiful.

IMG_6352

Berjalan sedikit ke menjauh dari Gereja Santo Antonius, kita akan menemukan sebuah rumah besar indah dan kokoh, tersembunyi dibalik pohon rimbun, dan ini adalah Gedung Pastoran.

IMG_6364

Bangunan ini begitu terawat, ornamen garis berulang lugas sangat menarik untuk diperhatikan, diteras tergantung chandelier antik diatas satu set kursi tamu bergaya kuno, ketika mendongak ke atas bangunan ini ternyata terdiri dari 3 lantai, lantai 1 dan 2 hampir sama besar sementara lantai 3 berupa menara, yang memiliki akses dari samping berupa tangga beton, indah sekali…membayangkan masa lalu memandang hijaunya area Kolese Xaverius ini dari ketinggian.

IMG_6361

Sayup terdengar di kejauhan suara koor/choir sedang menyanyikan lagu pujian, tempat ini ketika kami datang sangat sepi, angin berhembus, hanya terdengan suara Bapak tua sedang menyapu membersihkan kebun, 3 orang anak SMP bercengkrama lirih, puas rasanya bisa menikmati gedung gedung indah ini dalam keadaan yang tenang.

Dari area Gereja dan Pastoran, kami berjalan ke arah Kerkhof (pemakaman Belanda) tujuan kami adalah untuk melihat kuburan Romo Sandjaya, martir pertama di Indonesia yang meninggal saat agresi militer ke-2 Belanda.

Dalam perjalan disebelah kiri setelah melewati lapangan sepak bola berumput, kita akan menemukan bangunan kolonial lain, ini adalah Bruderan milik ordo FIC (kepanjangan dari Fratres Immaculatae Conceptionis Beatae Mariae Virginis – Brothers of the Immaculate Conception of Blessed Virgin Mary – bruderfic.or.id), bangunan nya Bruderan ini diresmikan pada 8 September 1931, menara ditengah yang unik menandai gedung ini, mendekati bagian pintu masuk utama kita akan melihat kaca patri bertuliskan S PETRUS CANICIUS, naik ke atas lagi ada deretan kaca patri bergaya Art Deco yang Saya yakin jika kita berada di dalam dan menerawang ke luar kita bisa melihat warna warni kaca patri tersebut, atau melalui penerangan di malam hari.

IMG_6365

Perjalan kami berakhir di area Kerkhof, komplek pemakaman masyarakat Eropa ini atau penganut agama Katolik ini berada tepat di ujung jalan disebelah Bruderan FIC, disini terdapat kuburan Romo Sandjaya, martir pertama berkebangsaan Indonesia juga terdapat kuburan dari Kardinal Darmojuwono, first Indonesian Cardinal dan juga kuburan dari Romo van Lith pendiri Kolese Xaverius yang meninggal di Semarang pada tahun 1926.

IMG_6373

Ada beberapa bangunan lain yang kami belum sempat kunjungi di area ini, perhaps next time for sure I will explore more…and wandering around old buildings is kinda meditating moment for me for sure…always gives me those happy feeling!

#muntilan #kotapusaka #jawatengah #indonesia #heritage #saveheritage #cagarbudaya #bangunancagarbudaya #sejarah #history #story #oldmansion #indischestijl #arsitektur #architecture  #myheritagetrip #lostandwander1976 #wanderlust #travel #traveler #traveling # #travelgram #church #kerkhof #catholicchurch #dutcheastindies #hindiabelanda #catholic #gerejakatoliksantoantoniusmuntilan #pastoran #bruderanfic #bruderan #lestarikanbangunantua #bangunantua #bangunanbersejarah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s