Omah Tjandie in Parakan

IMG_6337

Pagi itu, sesampai Kami di Parakan, udara segar menerpa…udara khas sebuah daerah di kaki pegunungan…dikejauhan kita masih bisa melihat Gunung Sumbing, area Gambiran memiliki jalanan yang tidak begitu besar tapi mengingat ini adalah kota kecil yah…tapi pagi itu jalanan cukup sibuk dengan motor dan mobil lalu lalang.

We actually have no clue at all where to find the Omah Tjandie or Rumah Kungfu some people says…luckily we met a very friendly old man just near where we parked our car, he was seating just in front of his shop, with his big smiles he welcomed us…”Bapak tau Omah Tjandie?” kemudian Bapak Tua ini kebingungan, tetapi setelah saya menyebutkan rumah Pendekar Kungfu, kemudian beliau dengan ramah menunjukkan arah jalan “Jalan ketiga di sebelah kanan, nanti ada di kanan jalan yah…!”

Berbekal petunjuk dari Bapak Tua dan tentu teman baik sesama pecinta sejarah yakni Halim Santoso, we tried to figure out where is this house, indeed the house from the outside just like any other ordinary house with light brown paint…oh well fortunately people here are so approachable and friendly, so you won’t get lost I might say, just ask them and they will happily to show you where it is.

Singkat cerita kami bertemu dengan Ci Loan begitu beliau memanggil dirinya, mempersilahkan kami masuk dan kemudian bercerita sambil menunjukkan buku yang bercerita kisah Pendekar Kunthaw yang “nyasar”ke kaki Gunung Sumbing, menetap dan kemudian mendirikan perguruan “Garuda Emas”sounds very exotic yah ceritanya…

Kami duduk di teras rumah berusia lebih dari seratus tahun, kira-kira rumah ini dibangun tahun 1850an, sambil membuka-buka buku kisah Pendekar Kuthaw bernama Lauw Djeng Tie (1855 – 1921), dahulu berdasarkan cerita Lauw Djeng Tie “kabur”ke Hindia Belanda dan kemudian mencoba peruntungan sebagai penjual obat, perjalan ini membawa beliau “terdampar” di beberpa kota sebemul pada akhirnya “berlabuh”di Parakan dan tinggal di rumah ini yang merupakan milik Hoo Tiang Bie.

Di rumah inilah Hoo Tiang Bie kemudian memperbolehkan mendirikan perguruan silat khas Tionghoa, Kungfu…masih terlihat dihalaman rumah tua ini besi tua tempat melatih kekuatan tubuh para pendekar, macam alat untuk senam/gymnastic :), di dalam rumah masih tersisa beberapa alat latihan lain seperti pedang dan tombak dan senjata tajam lain…Ci Loan menceritakan bahwa ada banyak yang hilang dikarenakan dahulu para murid kerap lupa mengembalikan setelah latian 🙂

Sekarang Perguruan Kungfu Garuda Mas sudah tidak menghasilkan pendekar-pendekar Kungfu dari lereng Gunung Sumbing lagi melainkan banting stir membuat kue dan memproduksi minyak oles berwajah Sang Pendekar.

Semoga cerita tentang Pendekar Kunthaw asal Hokkien Tiongkok ini terus diceritakan dari generasi ke generasi, dan semoga rumah ini tetap terjaga dan semoga para keturuannya dari keluarga Hoo Tiang Bie maupun Lauw Djeng Tie tetap ramah dan humble menerima setiap örang asing”yang ingin tau kisah Pendekar Kungfu dari Lereng Gunung Sumbing ini.

IMG_6333

#parakan #kotapusaka #jawatengah #indonesia #heritage #saveheritage #cagarbudaya #bangunancagarbudaya #sejarah #history #story #kungfu #kunthaw #pendekarkungfu #gunungsumbing #oldmansion #indischestijl #arsitektur #architecture #chinatown #pecinan #gambiran #myheritagetrip #lostandwander1976 #wanderlust #travel #traveler #traveling # #travelgram #centraljava #heritage #temanggung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s