Ndalem Notoprajan di Yogyakarta

Liburan kali ini ke Yogyakarta, Saya mengunjungi sebuah rumah besar yang letaknya dekat dengan Kraton, disebut Ndalem karena rumah ini adalah rumah salah satu Pangeran, rumah besar berumur lebih dari 200 tahun ini masih berdiri dan ditempati oleh masih salah satu keturunannya.

IMG_6051

Ndalem Notoprajan diperkirakan dibangun pada tahun 1811 (menurut peta Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1811, Ndalem Notoprajan sudah ada), oleh pihak Kraton diberikan kepada GPH Notoprojo, dilihat dari pohon keluarga GPH Notoprojo adalah keturunan dari Sri Sultan Hamengku Buwana VI & VII, sehingga tempat ini di sebut dengan Ndalem Notoprajan.

Setelah beliau wafat, Ndalem Notoprajan kemudian ditinggali oleh adik beliau yakni GKR Maduretno dan sekitar tahun 1950an kemudian diserahkan pada GPH Hadidjoyo oleh karena itu disebut juga dengan nama Ndalem Hadiwijayan.

IMG_6050

Pada masa GPH Hadiwidjaya, beliau dan keluarga tidak menempati Dalem Ageng, melainkan mereka tinggal di bangunan sebelah kiri dan kanan daripada Dalem Ageng tersebut.

Ndalem Notoprajan memiliki area sangat luas, masuk melalui sebuah regol, disebelah kanan kita akna mendapati sebuah pendopo yang luas berwarna dominan krem kehijauan.  Ndalem Notoprajan dibangun dengan memakai aturan tata letak rumah Jawa, mengikuti orientasi kosmologis Kraton Yogyakrata mengarah selatan-utara.

IMG_6061

Setelah pendopo terdapat Dalem Ageng yang merupakan hirarki tertinggi dalam tata letak rumah Jawa, disini adalah area privat dari keluarga inti, di dalam Dalem Ageng terdapat 3 ruang privat lain yang disebut sentong, sentong kanan dan kiri untuk tidur keluarga inti sedangkan sentong ditengah untuk pemujaan.

Disamping kanan dan kiri bangunan utam aterdapat gandok kiwa dan gandok tengen yang dihuni oleh para keluarga kerabat, sekarang nampaknya ditempati oleh warga dengan cara menyewa beberapa bagian.

Sangat disayangkan banyak bagian kurang terurus dengan baik, sekarang Ndalem Notoprajan selain digunakna untuk tempat tinggal kerabat Pangeran juga untuk bermacam kegiatan organisasi.

Bagian teras Dalem Ageng sekarnag menjadi ruang tamu dengan furniture yang sekena-nya, disebelah kanan ada lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII didepannya daa deretan piala-piala dipenuhi debu dan sarang laba-laba.

Melongok dari ventilasi kaca ke dalam Dalem Ageng, kita bisa melihat betapa detail indah masih bisa disaksikan didalam sana, sayang tidak bisa masuk karena hanya dibuka satu tahun sekali…konon didalam sana ada bagian tembok yang jebol bekas tendangan GPH Notoprojo ketika beliah marah kepada Belanda (GPH Notoprojo adalah pendukung setia Pangeran Diponegoro).

Berjalan mengelilingi areal ini, rasanya seperti melihat rumah besar sarat sejarah yang menunggu waktu untuk silam…bagian belakang dari Dalem Ageng nampak sudah rusak walua masih berdiri tegak, halaman bagian terbelakang dahulu pernah dijadikan kos-kosan…sisa kamar sekarang masih ada hanya saja dipenuhi semak belukar dan menunggu runtuh.

Bagian-bagian gedung sebenarnya ada banyak yang masih bisa diselamatkan, direstorasi dan dihidupkan kembali…hanya tentu dibutuhkan dana dan courage atau kekuatan yang besar untuk kemudian bisa menghidupkan kembali Ndalem indah ini.

IMG_6023

Semoga saja suatu hari nanti Ndalem Notoprajan bisa kembali dilestarikan dan dipugar untuk kemudian digunakan sebagai tempat belajr sejarah, arsitektur dan seni.

#ndalem #ndalemnotoprajan #yogya #yogyakarta #ngayogyakarta #jogja #jogjakarta #sejarah #mansion #javanese #javaneseroyalfamily #arsitektur #architecture #heritage #saveheritage #cagarbudaya #bangunancagrabudaya #oldmansion #oldbuilding #javnaesearchitecture #gphnotoprojo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s